Rabu, 03 Juli 2013

Hubungan Antara Penguasaan Kosa Kata dengan Kemampuan Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 4 Jakarta Dalam Memahami Teks Bahasa Arab.




Kosa kata menjadi salah satu dasar dari empat keterampilan bahasa, dan unsur terpenting dalam pengembangan empat kemahiran berbahasa yang baik. Langkah awal dalam memperkenalkan bahasa Arab adalah dengan pengenalan kosa kata (mufradat) terlebih dahulu. kemampuan menyimak, Kemampuan berbicara, kemampuan membaca, dan kemampuan menulis, keempat kemahiran ini akan saling berkaitan dan menunjang dalam menentukan seseorang untuk mengembangkan kemahiran berbahasa Arab.

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, rumusan dari masalah ini adalah apakah ada hubungan yang signifikan antara penguasaan kosakata bahasa Arab siswa dengan kemampuan siswa dalam memahami teks bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penguasaan kosakata dengan kemampuan siswa dalam memahami teks bahasa Arab. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode survai dengan teknik korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA yang berjumlah 296 siswa. Sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan random sampling dengan persentase 15 % maka jumlah sampel penelitian yaitu sebanyak 40 siswa, kemudian instrumen yang digunakan adalah angket dan tes tertulis. Sedangkan teknik korelasi yang digunakan adalah product moment.

Terlihat dari hasil perhitungan antara variable X (penguasaan kosakata) dengan variabel Y (Kemampuan siswa dalam memahami teks bahasa Arab), Hasil signifikan ini dapat dilihat dari hasil yang diperoleh terhadap penghitungan nilai jumlah  , dengan demikian peneliti mengambil kesimpulan bahwa besar  (yaitu =0,6364). Hasil penghitungan ini berkisar antara 0,41-0,70, berarti hubungan positif antara variable X dan variabel Y itu adalah termasuk hubungan yang sedang. Dengan demikian berarti hipotesis nol (H0) ditolak, sedangkan hipotesis alternative (Ha) diterima. Maka kemampuan siswa dalam memahami teks bahasa Arab dipengaruhi oleh penguasaan kosakata bahasa Arab.

 Dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan penguasaan kosa kata siswa kelas X IPA Madrasah Aliyah Negeri 4 Jakarta memberikan pengaruh terhadap kemampuan siswa dalam memahami teks bahasa Arab dalam meningkatkan kemampuan siswa pada keterampilan membaca (qiraah).


 Penelitian ini berlangsung sejak Februari-Mei 2013 di Madrasah Aliyah Negeri 4 Jakarta 
Peneliti Kurnia Ningsih, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Arab 2009 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 

PENGARUH MATA KULIAH TADRIBAT LUGHAWIYAH TERHADAP PENINGKATAN SCORE TOAFL DAN KELULUSAN UJIAN KOMPREHENSIP

Berdasarkan silabus yang telah disusun, pembelajaran mahasiswa pendidikan bahasa Arab pada tingkat atas ditekankan pada persiapan menghadapi TOAFL dan ujian komprehenship, adapun TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language) adalah salah satu alat ukur kemampuan yang di susun dalam bentuk tes keterampilan bahasa untuk mengetahui tingkat penguasaan bahasa Arab, dan ujian komprehensip  adalah tes yang diadakan untuk menguji kemampuan terhadap pembelajaran yang mencakup seluruh materi sebagai evaluasi materi yang telah dipelajari yang diujikan secara lisan. TOAFL dan Ujian Komprehensip menjadi salah satu syarat kelulusan yang harus diikuti mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Arab untuk menempuh strata tingkat pendidikan S1. Standar kelulusan hasil score TOAFL yang ditetapkan jurusan pendidikan bahasa Arab adalah 500, dan kriteria kelulusan ujian Komprehensip yaitu jumlah penilaian gabungan dari dosen penguji dengan standar terendah kelulusan yaitu 7,00.

Dari Hasil pengamatan peneliti selama beberapa semester terakhir terhadap mahasiswa pendidikan bahasa Arab yang mengikuti tes TOAFL menunjukkan hasil score toafl mahasiswa masih dibawah 500 dan ujian Komprehensip yang juga belum sampai memenuhi standar kelulusan, dari hal tersebut peneliti mengidentifikasi permasalahan bahwa terdapat mahasiswa yang belum sampai pada standar kelulusan keduanya, dan harus mengikuti tes TOAFL dan Komprehensip beberapa kali sampai tercapainya skor yang telah ditetapkan jurusan. Maka dari itu jurusan membekali pembelajaran dan mencantumkan Mata kuliah Tadribat Lughawiyah 1 dan 2  sebagai mata kuliah penunjang untuk melatihkan soal-soal materi-materi bahasa Arab sebagai bentuk evaluasi untuk tes TOAFL dan Komprehensip.

Maka berdasarkan latar belakang yang diuraikan, permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh mata kuliah Tadribat Lughowiyah terhadap peningkatan skor TOAFL dan kelulusan nilai ujian komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mata kuliah Tadribat Lughowiyah terhadap peningkatan skor TOAFL dan kelulusan nilai ujian Komprehensif.  Manfaat dari penelitian ini memberikan infomasi bagaimana pengaruh mata kuliah Tadribat Lughowiyah terhadap peningkatan skor TOAFL dan kelulusan nilai ujian Komprehensif. Adapun jenis penelitian ini adalah Kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan analisis statistik dengan menganalisis skor TOAFL dan tingkat kelulusan mahasiswa dalam ujian Komprehensif . Penelitian ini menggunakan pure sampling yaitu sampel penuh karena populasi kurang dari 100 orang, dengan demikian sampel dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PBA UIN Jakarta semester delapan angkatan 2012-2013 yang berjumlah 63 orang. Instrumen penelitian yaitu berbentuk pre test dan post test. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji formalitas Chi kuadrat dan product moment.


Senin, 01 Juli 2013

Makna Filosofis (علامة الإعراب)


حَرَكة مصدر حرُكَ
  حَرَكة:  كلّ عمل أو تصرُّف / دوران أو انتقال من مكان إلى آخر
Harakat yaitu “ Gerakan”
Harakat yaitu “Setiap tindakan atau perilaku/ perubahan, pindah dari satu tempat ke tempat lain”
Harakat (الۡحَرَكَاتُ) atau syakl (الشَّكۡلُ) yang berfungsi untuk menunjukkan bagaimana huruf yang diharakati harus dibaca.
Sebelumnya huruf Arab pada awalnya tidak mengenal harakat. Harakat dalam huruf Arab diciptakan pada saat Islam berkembang hingga  ke berbagai belahan dunia yang bahasa aslinya bukan Bahasa Arab. Pada saat itulah harakat diciptakan untuk membantu pemeluk Islam yang tidak menguasai Bahasa Arab agar dapat membaca Al-Qur'an dengan benar.
Berdasarkan  buah hasil perenungan ahli bahasa Arab, Harakat juga mempunyai makna filosofis yang
 berpengaruh dalam kehidupan, berikut makna filosofis dari علامة الإعراب
 
الّضمة علامة الرّفع

dimaknai "Bergabung" = الّضمة
 dimaknai "Kemuliaan"= الرّفع
 secara konteks makna filosofis dari الّضمة علامة الرّفع
" Jika kita bergabung tanda suatu kemuliaan (kemajuan)"
Dammah (ضمة) adalah harakat yang berbentuk layaknya huruf waw (و) kecil yang diletakkan di atas suatu huruf arab ( ُ ), harakat dammah melambangkan fonem /u/.
Untuk penggambaran bentuk harakat tersebut, dapat dilihat bentuk huruf dhommah diibaratkan seperti kepalan tangan sampai lengan. menggambarkan kepalan tangan "bergabung atau bersatu" dan jika ditegakkan kepalan tangan tersebut adalah tanda "suatu harapan dalam kemajuan".


الفتح علامة الّنصب
الفتح علامة الّنصب
dimaknai "Kemenangan" =الفتح 
dimaknai "Tegak"= الّنصب
secara konteks makna filosofis dari الفتح علامة الّنصب
“Jika kita menegakkan (kebenaran) tanda suatu kemenangan”
Fathah (فتحة) adalah harakat yang berbentuk layaknya garis horizontal kecil ( َ ) yang berada di atas suatu huruf Arab yang melambangkan fonem /a/.
Untuk penggambaran bentuk harakat tersebut, dapat dilihat bentuk harakat fathah (garis lurus dan tegak (lurus/ tidak melengkung). Harakat fathah mempunyai posisi diatas diibaratkan suatu kemenangan, dan kemenangan itu selalu ada diatas (diposisikan ditempat tinggi).

الكسرة علامة الجرّ
 Dimaknai “Pecah”= الكسرة
 Dimaknai “Terseret” = الجرّ
secara konteks makna filosofis dari  الكسرة علامة الجرّ
“Jika kita terpecah belah tanda diperdaya oleh orang lain (terseret-seret)”
Kasrah (كسرة) adalah harakat yang berbentuk layaknya garis horizontal kecil ( ِ ) yang diletakkan di bawah suatu huruf arab, harakat kasrah melambangkan fonem /i/.
Untuk penggambaran bentuk harakat tersebut, dapat dilihat bentuk harakat kasrah (garis lurus dan tegak (lurus/ tidak melengkung). Harakat fathah mempunyai posisi diatas diibaratkan garis yang terseret (ditarik  miring kebawah ). Dari kata kasara  yang memiliki arti “pecah”, makna filosofis yang dapat direnungi “Jika sesuatu  terpecah belah maka tidak akan berdaya/ dapat diperdaya (terseret-seret).”



السكون علامة الجزم
Jika dimaknai “ Diam” = السكون
Jika dimaknai  “ Kepastian atau Pengharusan” = الجزم
Secara konteks makna filosofis dari  السكون علامة الجزم
“Jika kita diatur atau di bawah kekuasaan orang maka kita tidak bisa bergerak (diam)”
Selain itu,
Jika dimaknai “ Tenang” = السكون
Jika dimaknai  “Jaminan” = الجزم
secara konteks makna filosofis dari  السكون علامة الجزم
“Jika ada jaminan dan kepastian maka  masa depan kita akan tenang”
Sukun (سکون) adalah harakat yang berbentuk bulat layaknya huruf ha (ه) yang ditulis di atas suatu huruf Arab.
untuk penggambaran bentuk harakat tersebut, dapat dilihat bentuk harakat sukuun  yaitu harakat yang berbentuk bulat. Jika diibaratkan dalam bulatan dan lingkaran itu ada proses perputaran, mungkin dapat dimaknai  kehidupan yang selalu berputar saling berintegrasi dan kontinuitas dalam perputaran. Selain itu bulatan atau lingkaran itu dapat dilihat tidak bergerak atau statis, makna yang dapat diambil dari  filosofis tersebut adalah “Jika kita diatur atau di bawah kekuasaan orang maka kita tidak bisa bergerak (diam)”.


 Tulisan singkat ini saya tangkap dan pahami dari penjelasan dari Prof. Dr. Aziz Fahrurozzi, MA dan dijelaskan kembali oleh pak Erta Mahyuddin, MA.
Jika ada kesalahan dalam pemahaman dan penulisan, saya mengharapkan ralat dan pembenarannya.
 12 November 2011

شعر  العرب

لكل شيء في هذه الحياة قواعد وأسس
فـ القاعدة أشبه بـ " القانون "
فمثلما للحياة ضوابطها أيضا لأساليبنا وسلوكنا
ومشاعرنا قواعد
منا من يحبها ويفضلها ومنا
من يمتنع عن الأخذ والرد بها

• الفتحــة •
نحن دائماً نفتح قلوبنا لمن نعزهم
ولهم مكانة غالية في قلوبنا
كُنا نطمع بأن نعطيهم الجميل
على قلوبنا حتى تنبسط وتقر عيونهم
لانريد سوى الفرح والابتسامة تلازمهم وإلى الأبد

• الضمة •
نعيش حياتنا حتى نضم أروع الذكريات
التي عشناها مع إخوتنا وأصدقاءنا
نضم بها حنان الأم و عطف الأب
نضم تلك الأماني الرائعة ونضم سُكر
أحلامنا المجنونة الصغيرة

• الكسرة •
تتحدانا الحياة بمرارتها لننكسر
نقف من جديد ننظر لشروق الشمس
نراه ونتمعن بمنظره الساحر
نراه ببزوغه القوي يواعدنا ويهمس لنا ليقول:
" سأعود فلن يكسرني ذاك الظلام "
لاتكسرنا أصعب الأشياء مهما كانت قوتها

• الشدة •
نلتفت إلى اليمين لنجد من يسندنا
ليشدنا بألطف كلمات المؤازرة
ونلتفت إلى يسارنا لنجد من يمد
لنا يده بعون وإخلاص
مشاعر دافئة وصادقة توشحت وتعطرت بالوفاء
يفوقها شعور أصدق هو أن ننظر
إلى الأعلى لنمد كفينا إلى الله بالدعاء

• السكون •
يسكنون في أعيننا
ويسكنون في قلوبنا
ويسكنون في أرواحنا
ومن يسكن القلب صعب أن يخرج منه
لا نراه إلا في عيون قلوبنا
ولا تتغنى أرواحنا إلا بأسمائهم الوفية

Penggiatan Bahasa Arab sebagai Bahasa Internasional di Indonesia


  Pendahuluan

Kekuasaan dan perluasan islam pada masa Abbasiyah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, hal ini disebut dengan zaman keemasan (Golden Age) masa pemerintahan Abbasiyah, puncak dari masa ini yaitu pada masa pemerintahan Harun Arrasyid (786-809 M) dan puteranya al-Ma’mun (813-833 M). Kesejahteraan, sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan serta kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. Pada masa inilah negara Islam menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi.

Ilmu pengetahuan menjadi syarat mutlak dalam kemajuan peradaban islam, karena pada masa puncak keemasan islam, Al-Ma’mun pengganti al-Rasyid, dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta kepada ilmu. Pada masa pemerintahannya, penerjemahan buku-buku asing digalakkan. Untuk menerjemahkan buku-buku Yunani, ia menggaji penerjemah-penerjemah dari golongan Kristen dan penganut agama lain yang ahli. Ia juga banyak mendirikan sekolah, salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Bait al-Hikmah, pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Pada masa daulat Abbasiyah ini lahir intelektual-intelektual Islam yang memilki kontribusi besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan cabang dari setiap disiplin ilmu. Pada masa inilah bahasa Arab berperan sebagai penunjang kemajuan peradaban islam.

Bahasa Arab bukan hanya sekedar bahasa Agama Islam atau bahasa Al Quran, Bahasa Arab adalah bahasa Internasional memiliki peran yang sangat besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pengkajian dua sumber ilmu pengetahuan yaitu Al Quran dan Hadits Nabi, secara politis-internasional, bahasa Arab kini sudah diakui sebagai bahasa internasional dan digunakan juga sebagai salah satu bahasa diplomasi resmi di forum Perserikatan Bangsa-bangsa dan dalam hal perkembangan situasi ekonomi global, bahasa Arab mengambil tempat dan peran yang sangat penting. Itu ditunjukkan dengan semakin pentingnya kawasan Timur Tengah, yang notabene mayoritas masyarakatnya berbahasa Arab, sebagai pusat sumber daya energi dan mineral dunia. Berbagai kalangan di dunia yang berkepentingan dan ingin membuka jalur komunikasi dengan negara-negara Timur Tengah, harus berpikir dan mengambil sikap bahwa mereka sangat membutuhkan penguasaan bahasa Arab, sebagai pintu masuk komunikasi antarbudaya yang kemudian membuka jalan bagi hubungan ekonomi, politik, dan sebagainya.

Penggiatan dan penghidupan bahasa Arab disetiap sektor pendidikan menjadi salah satu faktor penunjang kemajuan peradaban islam sesuai hukum syariah muamalah kehidupan yang berpedoman pada AlQuran dan Hadits menuju umat terbaik (khairu ummah).

A.  Kewajiban Mempelajari Bahasa Arab

Dalam kitab Iqtidho Shirotil Mustaqim karya Ibnu Taimiyah,  Amirul Mukminin Umar bin Khattab berkata: “Pelajarilah bahasa Arab sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian, dan belajarlah faroidh (ilmu waris) karena sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian.”

Berdasarkan pernyataan di atas, belajar dan mempelajari bahasa Arab menjadi suatu kewajiban khususnya bagi seorang muslim bahasa Arab perlu untuk membentuk pribadi sebagai muslim dan meningkatkan kualitas keimanan dan pemahaman terhadap ajaran agama, bahkan perlu sebagai sarana dakwah penyebaran agama Islam.

Bahasa Arab perlu dipandang sebagai bahasa agama dan bukan sebagai bahasa budaya, etnis, kawasan, maupun negara tertentu saja. Itu ditandai dengan banyaknya tokoh dan ulama muslim yang berasal dari bukan kawasan Arab, semisal Al-Gazali, Al-Biruni, Ibnu Sina, Al-Razi, Al-Kindi, dan lain-lain, namun menguasai bahasa Arab sebagai bagian dari studi Islam yang mereka tekuni. Selain itu, agama Islam, yang salah satu unsurnya adalah bahasa Arab, seyogyanya menjadi budaya yang dominan mewarnai kehidupan umat Islam di tingkat pribadi, keluarga, dan masyarakat.

B. Bahasa Arab sebagai Bahasa Internasional

Setelah meneliti dan mengamati perkembangan bahasa tahun 2012 Paul M Lewis menyebutkan peringkat pertama bahasa dunia dari jumlah penuturnya adalah Mandarin, Inggris, Hindi, Spanyol, Rusia, Arab, Melayu, Portugis, Bengali , Prancis. Bahasa Arab termasuk peringkat 6, dari 10 peringkat bahasa dunia jumlah penuturnya.  Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Arab memiliki peran dalam mobilitas hubungan diplomatik negara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Bahasa Arab untuk Perserikatan bangsa-bangsa menjadi polemik di Israel, menyarankan bahwa calon duta besar yang ditunjuk untuk markas PBB di New York harus memahami dan menguasai bahasa Arab dan urusan Timur Tengah. Tujuannya tidak lain untuk memungkinkan terjadinya kesepakatan rahasia dengan para duta besar negara-negara Arab di PBB dari waktu ke waktu.

Hal tersebut menyatakan bahwa bahasa Arab mempunyai pengaruh dan kontribusi besar hubungan diplomatik dalam kancah internasional, sehingga kemahiran dan pemahaman bahasa, budaya dan sejarah bahasa Arab menjadi suatu tuntutan dan kewajiban  semua profesi setiap bidang untuk mempelajari dan menguasai bahasa Arab.

C.      Peran Bahasa Arab dalam Menghidupkan Kembali Nilai-Nilai Kejayaan Peradaban Islam

Mampukah bahasa Arab  bangkit seperti masa keemasan peradaban Islam?
Pertanyaan diatas dengan mudah dapat kita jawab, “Ya, Bahasa Arab mampu untuk bangkit seperti zaman kemajuan  dalam peradaban islam, mengapa demikian, karena bahasa termasuk bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi, sumber otentik ilmu pengetahuan dan pengembangannya semua terangkum dalam Al Quran melalui pengkajian, penelitian, dan analisis Al Quran menghasilkan penemuan-penemuan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini sudah diakui bahwa keilmiahan bahasa Arab sesuai realita dan perkembangan zaman, sehingga bahasa Arab telah diresmikan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai bahasa Ilmu pengetahuan dan teknologi sejak tahun 1973.

Al Quran merupakan dimensi balaghah tinggi, tertulis bahasa Al Quran dalam bahasa Arab Fusha yang merupakan bahasa Arab standar bagi seluruh negara Timur tengah penutur bahasa Arab. Bahasa al Quran adalah bahasa ilmiah yang dapat direalisasikan keilmiahannya. “Kalau saja tidak ada yang mengkaji dan meneliti Al Quran maka eksistensi Bahasa Arab tidak akan bertahan dan mungkin akan punah dari peredaran”.[1]
 Diantara keunggulan bahasa Arab dari bahasa lainnya, adalah:
  1. Bahasa Arab adalah bahasa tertua dan abadi, sejarah membuktikan bahwa sejak zaman Ibrahim AS di muka bumi yang diperkirakan hidup pada abad 19 sebelum masehi, mereka tercatat sudah menggunakan bahasa Arab. Hal ini menunjukkan bahasa Arab paling tidak sudah digunakan oleh umat manusia sejak 40 abad yang lalu, atau 40.000 tahun. Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan Allah SWT untuk berfirman di dalam Al-Quran. Sementara Al-Quran itu sudah ada di sisi Allah SWT jauh sebelum awal mula diturunkan di masa Rasulullah SAW. Dan Allah SWT menjamin bahwa Al-Quran itu tidak akan lenyap hingga hari kiamat.
  2. Bahasa Arab digunakan dalam beribadah, Bahasa Arab menjadi bahasa komunikasi dan bahasa pengantar dalam melaksanakan ibadah.
  3. Bahasa Arab digunakan sebagai Teks Al Quran, dan mudah dihafal di hati.
  4. Bahasa arab menjadi bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi lebih dari 1000 tahun, hal ini tercatat dalam sejarah ekspansi islam menguasai tiga perempat dunia pada pemerintahan islam Abbasiyah mencakup wilayah Asia, Afrika, dan Eropa. Pada masa ini lahirnya para cendikiawan islam dan perkembangan cabang disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
  5. Bahasa arab merupakan bahasa unggul dan maju dalam literatur kesusasteraannya.
  6. Bahasa Arab adalah bahasa komprehenship (menyeluruh), dalam ilmu phonetik bahasa Arab memaksimalkan fungsi suara setiap organ suara, dari tempat keluarnya huruf (makhrojul huruf), mulai dari bibir (م  dan ب) sampai jangkauan kerongkongan (أ، ع, ح ).
  7. Bahasa Arab adalah bahasa konsisten, Pelafalan dan ucapan bahasa Arab sesuai dengan lambang tulisan tanpa adanya perubahan bunyi huruf dalam pelafan huruf tersebut pada kosa kata lain.
  8. Bahasa yang mempunyai derivasi dan penurunan kata (istyqaq) yang mudah sesuai dengan wajan dan shigoh perubahan kata dalam morfologi bahasa.
  9. Bahasa Arab adalah bahasa yang singkat dan padat. Bahasa Arab Memiliki Jumlah Perbendaharaan Kata yang Paling Banyak, Salah satu Dalam bahasa arab, terdapat bahasa-bahasa istilah dalam leksikografi penentuan istilah istilah pada pembuatan kamus-kamus istilah di berbagai disiplin ilmu, seperti kamus istilah ekonomi, kamus istilah psikologi, kamus istilah kedokteran, jika dihitung lebih dari 60 kamus bahasa istilah yang disajikan dalam bahasa Arab, menandakan bahwa bahasa Arab mempunyai pembendaharaan kosa kata terbanyak dari seluruh bahasa dunia.


Dari keunggulan bahasa Arab yang penulis paparkan, perlu adanya penggiatan bahasa Arab mulai dari entitas terkecil yaitu individu, dan entitas terbesar negara dan dunia dalam menyemarakkan bahasa Arab di tanah air. Hal tersebut dapat ditunjang melalui:
  1. Al Quran dan Hadits .Bahasa Arab adalah bahasa yang Abadi bahasa yang utuh sampai hari kiamat, selagi banyak orang yang mengkaji Al Quran semakin pesat kemajuan bahasa Arab bahasa pengantar untuk meneliti Al Quran. Menjadikan timur tengah sebagai kiblat ilmu pengetahuan dan mempengaruhi umat islam untuk mempergunakan bahasa arab dan bangga dengan bahasa arab sebagai bahasa kitab suci yang terpelihara.
  2. Institusi: setiap negara mempunyai lembaga pengembangan Bahasa Arab, sebagai lembaga peneliti kajian bahasa Al Quran dan perkembangan bahasa, dan standarisasi bahasa yang digunakan di setiap negara khususnya Timur Tengah
  3. Gerakan penerjemahan. Menerjemahkan karya cendikiawan besar barat ke dalam bahasa Arab pada setiap cabang disiplin ilmu pengetahuan.
  4. Memperluas peran internet dan televisi bahasa Arab, melalui gerakan media televisi, menyajikan pembelajaran bahasa Arab dan Al Quran, Acara Dialog berbahasa Arab, Film berbahasa Arab, Lagu-lagu berbahasa Arab, dan lain-lain.
  5. Konsorsium bahasa arab dalam kurikulum pendidikan bahasa Arab, Dengan membekali mahasiswa dan lulusannya dengan kemampuan bahasa asing yang memadai, diharapkan mampu mengisi kekosongan dan berperan penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang mampu bekerja di sektor-sektor yang strategis seperti diplomasi/hubungan internasional, ekonomi, dan sosial-budaya pada tingkat universitas, dan pengadaan olimpiade-olimpiade berbahasa Arab pada setiap cabang disiplin ilmu pengetahuan tingkat lokal maupun internasional pada tingkatan sekolah.
  6. Prasyarat penguasaan bahasa Arab di berbagai institusi dan perusahaan serta menjalin hubungan bilateral ekonomi dengan negara Timur Tengah. Sehingga memberi peluang kerja berbasis kemampuan berbahasa Arab.
  7. Memberikan apresiasi berupa adanya tulisan-tulisan berbahasa Arab di tempat-tempat umum.

Tulisan ini disusun untuk mengikuti lomba Essay dalam bentuk tulisan singkat dan Presentasi Mahasiswa  di Universitas Gajah Mada Yogyakarta
20 Oktober 2012


[1] Muhbib Abdul Wahhab. Seminar “Bahasa Arab sebagai Bahasa Imu Pengetahuan dan Teknologi”. Student Center Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta. 2011

Minggu, 28 April 2013

United Islamic Cultural Centre of Indonesia (UIICI) Beasiswa Santri Indonesia-Turki 2013-2014

Berdasarkan Perjanjian Kerjasama antara Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesaia-Turki (United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey), tentang Beasiswa Santri Indonesia Belajar di Pesantren Turki merupakan program yang sangat diperlukan bagi pondok pesantren di Indonesia. Program ini bertujuan untuk: pertama, memberikan pendidikan Qira’atil Qur’an dan Tahfidzul Qur’an; kedua, memberikan pendidikan Bahasa Arab dan Bahasa Turki; dan ketiga, memberikan pendidikan Fiqih dan Akidah Islamiyah. Sehubungan dengan itu kami akan melakukan seleksi calon peserta, dengan mekanisme dan ketentuan sebagai berikut:
 
A. Program Beasiswa
  1. Program Tahfidz Al-Qur’an dan Bahasa. Program ini diperuntukkan bagi peserta yang minimal telah menghafal Al-Qur’an juz ke-30 (Juz Amma) untuk dapat menghafal Al-Qur’an 30 Juz dan peningkatan kemampuan Bahasa Arab dan Turki serta pendidikan agama yang akan diselenggarakan di Indonesia selama 2 (dua) tahun dan juga di Turki selama 2 (dua) tahun.
  2. Program Bahasa. Program ini diperuntukkan bagi peserta yang telah menghafal Al-Qufan 30 juz untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan Turki serta pendidikan agama yang akan diselenggarakan di Indonesia selama l (satu) tahun dan juga di Turki selama 2 (dua) tahun.
Kami membuka pendaftaran  dan beasiswa untuk mejadi siswa/siswi program UICCI. Program ini dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, baik kalangan menengah kebawah, menengah, ataupun kalangan menengah keatas.

Terbagi tiga tingkatan untuk program ini yaitu :
  1. Tingkat SMP dan sederajat.
  2. Tingkat SMA dan sederajat.
  3. Tingkat Mahasiswa.
  4. Tingkat Tahfidz.
  5. Tingkat Tadris (Kitab Kuning).

Persyaratan umum :

  1. Beragama islam.
  2. Memiliki keinginan untuk belajar agama islam.
  3. Berakhlak baik, tidak terlibat dengan obat-obat terlarang (narkoba).
  4. Memiliki prestasi akademis yang baik.
  5. Tidak merokok dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai.
Persyaratan Adminstratif dengan Melampirkan Berkas
  1. Surat pernyataan / rekomendasi dari pondok pesantren;
  2. Fotokopi ijazah pesantren tingkat Wustha / MTs / SMP / sederajat 2 (dua) lembar;
  3. Surat pernyataan tidak merokok dan bebas narkoba yang ditulis sendiri;
  4. Fotokopi Akta Kelahiran 2 (dua) lembar;
  5. Fotokopi Kartu Keluarga 2 (dua) lembar;
  6. Pas Foto berwarna ukuran 3 x 4 sebanyak 4 (empat) lembar;
  7. Mengisi formulir pendaftaran

Mekanisme pendaftaran Tahfizul Qur'an :

  1. Mengisi formulir pendaftaran sesuai dengan tingkat yang diinginkan (Anda bisa mendownload di website kami) http://www.uicci.org/menu-pendaftaran
  2. Menyerahkan formulir pendaftaran dan semua persyaratan ke Kementerian Agama Pusat atau ke kantor pusat UICCI - (Jl. Cipinang baru Raya no. 25) selambatnya 10 Juni 2013.
  3. Mengikuti seleksi I Lisan dan Tulisan pada tanggal 24 juni 2013 (pengumuman seleksi I : 3 Juli 2013
  4. Mengikuti seleksi II (masa orientasi siswa) pada tanggal 10-14 Juli 2013
  5. Pengumuman akhir seleksi pada : 14 Juli 2013

Informasi Pendaftaran :

Pendaftaran beasiswa tahfiz/tadris UICCI tahun ajaran 2013-2014 dimulai tanggal 1 April 2013 - 10 Juni 2013.

Rabu, 06 Maret 2013

Peduli Mukena Bersih


Peduli Mukena Bersih
I . Pendahuluan
A.       Dasar Pemikiran

Bismillahirrahmanirrohim,
           
  Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam yang telah menciptakan manusia dengan fitrah menyukai keindahan dan kebersihan. Aspek kebersihan menjadi bagian dari iman seorang dalam rangka menjalankan ibadah sebagai kewajiban seorang hamba terhadap Tuhannya. Kebersihan di dalam Islam sangat diperhatikan, bahkan kebersihan menjadi sebuah ibadah ketika dirangkaikan dengan ibadah mahdhah, demikian pula kebersihan juga menjadi salah satu syarat sah shalat yang harus dipenuhi seorang muslim dalam menjalankan ibadah mahdhoh seperti shalat.
Shalat termasuk rukun islam kedua dan juga merupakan tiang agama. Shalat menjadi kewajiban mutlak yang harus dijalankan seorang muslim dalam wujud beribadah kepada Allah. Kebersihan dalam shalat sangat diperhatikan untuk  menjaga esensi dari shalat dan menjamin kesempurnaan shalat yang dilaksanakan. Dalam shalat kebersihan lahir merupakan tanda akan proses kebersihan batin yang diperoleh dari kekhusyuan shalat.
Bersuci merupakan salah satu syarat sahnya sholat. Sesuatu yang suci pasti identik dengan bersih. Bersih tehadap kondisi jiwa dan raga, bersih jiwanya berarti seseorang yang melakukan sholat sedang tidak dalam keadaan mabuk atau tak sadar, sedangkan bersih raga adalah bersih secara jasmani. Bersih dari kotoran yang menempel di badan ataupun benda yang melekat pada tubuhnya.
Pelaksanaan shalat para muslimah khususnya di Indonesia yaitu menggunakan mukena sebagai atribut kelengkapan pelaksanaannya, mukena menjadi salah satu tradisi kebudayaan Indonesia yang digunakan untuk menunaikan ibadah shalat, tujuan mukena yang digunakan adalah sebagai alat penutup aurat wanita yang ditetapkan syariat islam yaitu seluruh tubuh wanita kecuali muka dan telapak tangan, dan biasanya mayoritas para muslimah menggunakan mukena bewarna putih yang dianggap mencerminkan nilai kebersihan dan kesucian.
Dari hal yang telah digambarkan, maka Mukena Bersih menjadi salah satu atribut penunjang nilai-nilai kebersihan dalam melaksanakan ibadah shalat muslimah untuk mencapai tujuan dan esensi dari shalat, yaitu penyucian jiwa dan raga dari kotoran yang nampak ataupun yang tak nampak oleh mata.
Namun, jika kita melihat realita sekitar di lingkungan peribadahan yaitu mushola-mushola atau masjid-masjid, tidak jarang kita temukan mukena yang tidak memenuhi kelayakan untuk digunakan, bisa dibilang termasuk mukena kotor dan lusuh karena kurang perawatan dan penjagaan kebersihannya.
Maka dari itu, dibutuhkan kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap pengelolaan dan perawatan mukena-mukena sebagai pelayanan umum yang disediakan ditempat peribadahan, dari sini kami menggagas mengadakan program “Peduli Mukena Bersih”  sebagai awal langkah evaluasi dan pembenahan aktifitas beribadah khusunya memfasilitasi dan mengelola penggunaan mukena bersih di setiap lingkungan peribadahan, yaitu mushola-mushola dan masjid-masjid.
Kami penggagas dan pengurus program “Peduli Mukena Bersih” yang berstatus sebagai mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah mengajak kepada Bapak Ibu sekalian untuk berpartisipasi dan untuk bekerjasama baik menjadi relawan, simpatisan, atau donatur untuk keberlangsungan program ini menjadi sebuah gerakan kepedulian kita untuk merawat dan menjaga kebersihan dalam penggunaan atribut pelaksaan ibadah shalat secara bersih sehingga kita berusaha menjaga nilai-nilai kesempurnaan shalat, di lingkungan tempat peribadahan sekitar kita.
 
 



B.     Sasaran dan Tujuan
Sasaran dari Peduli Mukena Bersih adalah mushola dan tempat peribadahan kampus UIN Syarif Hidayatullah dan mushola-mushola di beberapa tempat perbelanjaan, pasar, dan mushola pinggir jalan yang biasa dikunjungi dan disinggahi para pengguna jalan, target dan sasaran melalui beberapa tahapan, diantaranya:

Tahapan pertama:
1.      1 Mushola Perpustakaan Utama dan  1 Mushola Student Center
2.      6 Musholla di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
3.      3 Musholla di Fakultas Syariah dan Hukum
4.      1 Mushola di Fakultas Dirasah Islamiyyah

Tahapan kedua:
1.         3 mushola di Fakultas Adab dan Humaniora
2.         3 mushola di Fakultas Dawah dan Komunikasi
3.         4 mushola di Fakultas Ushuluddin
4.         3 mushola di Fakultas Ekonomi dan Bisnis
5.         3 mushola di Fakultas Sains dan Teknologi

Tahapan ketiga:
1.         2 mushola di Fakultas Psikologi
2.         1 mushola di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
3.         1 mushola di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Tahapan keempat:
1.      Beberapa mushola dan masjid sekitar Tangerang Selatan, Tangerang dan Jakarta.
a.       2 mushola pasar Ciledug Tangerang (sudah berjalan, relawan Bu Silvia Wahyuni)
b.      1 mushola pasar bengkok Ciledug  Tangerang (sudah berjalan, relawan Yasimah)
c.       1 mushola Ramayana Ciputat Tangerang Selatan (Relawan Mia Zainatul Hamidah)
d.      1 Mushola pasar Cengkareng Jakarta Barat (Relawan, Siti Nadhroh)
e.       1 Mushola pinggir jalan Cipondoh Tangerang (sudah berjalan, relawan Yasimah)
f.       1 Mushola pinggir jalan Lebak Bulus Jakarta Selatan
g.      1 Mushola pinggir jalan Tebet Jakarta Selatan

Adapun tujuan diadakannya program ini, yaitu:
1.      Memupuk kesadaran bersama untuk memperhatikan nilai kebersihan khususnya dalam menggunakan mukena bersih
2.      Membangun kepedulian bersama dalam pengelolaan dan pemeliharaan mukena bersih di setiap mushola sekitar
3.      Sebagai wadah  yang melayani pengelolaan dan perawatan mukena-mukena khusunya di mushola-mushola sekitar

C.     Nama Kegiatan
 Nama program ini adalah Peduli Mukena Bersih (PMB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, program ini atas kerjasama pengurus PMB dengan para relawan yang berstatus sebagai mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah yang bersedia menjadi relawan yang merawat dan memelihara mukena-mukena pada program ini.

D.    Jenis Kegiatan
Jenis kegiatan ini, berbasis relawan, dirancang sesederhana mungkin untuk mengajak mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah ikut berpartisipasi menjadi relawan kegiatan penggalangan dana dan relawan pemeliharaan mukena.
Adapun program kegiatan Peduli Mukena Bersih adalah sebagai berikut:
1.      Relawan Pemelihara PMB adalah mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah (maks. semester 6) yang memahami tujuan dan manfaat program PMB dan ingin berpartisipasi dengan memberikan komitmennya untuk memelihara mukena di mushola lingkungan kampus UIN Syarif Hidayatullah.
2.      Setiap mushola memiliki 2 set, 1 set disediakan untuk dipakai di setiap mushola, dan set kedua dijadikan mukena pengganti berkala dalam 2 minggu sekali
3.      Apabila relawan pemelihara tidak bisa melanjutkan pemeliharaan karena suatu hal di mushola yang telah ditentukan,  maka Relawan Pemelihara yang bersangkutan dapat mengamanahkan kembali kepada orang yang dapat melanjutkan pemeliharaan dan melaporkan ke pengurus PMB.
4.      Setiap kerusakan/ kehilangan mukena PMB harus dilaporkan kepada PMB untuk ditindaklanjuti.
5.      Relawan penggalangan dana, berperan menggalang dana melalui perpanjang proposal baik ke pihak individu yang berkenan menyumbang, beberapa yayasan, instansi atau lembaga kemasyarakatan ntuk pemeliharaan dan perawatan mukena,
6.      Apabila pemeliharaan mukena kekurangan biaya perawatan/bulan, agar melaporkannya ke pengurus PMB untuk difasilitasi (sementara).

E.     Penyelenggara Kegiatan
Kegiatan ini diselenggarakan oleh seluruh pengurus Peduli Mukena Bersih (PMB) dan seluruh  Relawan dan Simpatisan di setiap Fakultas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

F.      Anggaran Biaya
Kegiatan ini menghabiskan dana sebesar Rp. ­39.700.000 ( Tiga puluh sembilan juta tujuh ratus ribu rupiah) Adapun rincian anggaran dana tersebut terlampir.

G.    Sumber Dana
1.      Donatur
2.      Sumber dana lain yang tidak terikat

H.    Penutup
Demikian proposal ini dibuat, dukungan dan bantuan yang diberikan merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap keberhasilan dan kesuksesan program yang dilaksanakan. Atas bantuan dan kebijaksanaan yang diberikan oleh setiap pihak, kami ucapkan terima kasih.

 Ketua Kegiatan 

Kurnia Ningsih 
Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan 
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta