Rabu, 20 Agustus 2014

Maroko Ku Datang

Refleksi Setahun di Maroko
 Oleh Alvian Iqbal Zahasfan*

Maroko kudatang, demikian tertulis di buku diaryku tertanggal 20/6/2010. Di sana tergores rencana persiapan-persiapanku menghadapi ujian beasiswa S2 di PBNU. Setahun sebelumnya ketika saya kursus bahasa Inggris di Pare-Kediri (Mahesa dan BEC) bertekad bahwa setelah selesai kursus saya akan kembali ke Jakarta untuk mengadu nasib. Kuobok-obok info beasiswa di internet. Kutanya sana-sini perihal beasiswa. Kudapatkan dua informasi beasiswa, pertama beasiswa dalam negeri yang diselenggarakan oleh Kemenag. Kedua, beasiswa luar negeri yang diadakan oleh PBNU.

Kuikuti kedua beasiswa tersebut. Alhamdulilah saya ditakdirkan ke Maroko. Sesuatu yang tak terprediksikan sebelumnya. Dulu saya bercita-cita ke Al-Azhar Kairo. Tapi masuknya malah di Al-Azhar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang dulu direktori oleh Bapak Abdus Somad Kamba, sekarang menjadi (Fakultas Dirasat Islamiyah) karena satu dan lain hal (seperti faktor politis).

Kupersiapkan seluruh persyaratan yang diminta penyelenggara beasiswa PBNU yang bekerjasama dengan Kementerian Wakaf Dan Urusan Keislaman Maroko. Materi ujian diantaranya, hafalan Quran. Kuhafalkan 3 juz. Kubaca sejarah NU dan ajaran-ajarannya. Kubaca keindonesiaan dan keislaman, karena materi ujiannya meliputi; hafalan quran, keindonesiaan, keislaman dan ke-NU-an. Kalau tesnya di PP Muhammadiyah mungkin saya harus baca ke-Muhammadiyah-an bukan ke-NU-an (tergantung penyelenggara). Setelah kupersiapkan secara ilmiah, kuimbangi dengan persiapan ilahiah. Kuberdoa dengan memelas ke Yang Maha Kuasa. Solat Dhuha dan Tahajud tidak ketinggalan kulakoni. Bismillah tanggal 25 Juni 2010 pas bertepatan dengan tanggal HUT-ku digelar ujian beasiswa di gedung PBNU di bilangan Kramat Raya Jakpus.

Alangkah semangat dalam dada membuncah antara harap dan cemas menghadapi ujian, tapi batinku mengatakan, “Inilah saatnya kumelejit, mengadu nasib. Aku harus bisa, kan kujawab pertanyan para penguji dengan sesempurna mungkin. Selebihnya terserah Allah.”

Kutunggu pengumuman hasil tes beriringan solat malam dan doa yang tak putus-putus. Akhirnya nongol juga tuh pengumuman, Senin 5 Juli 2010 11:08 (demikian tertera di laman NU Online, file:///E:/maroko/MAROKO%20LULUS_files/page.htm). Alhamdulillah, namaku tertera di sana. Sujud syukurku langsung menukik.

Nah, kini waktunya mempersiapkan finansial. Karena tiket pesawat ke Maroko ditanggung peserta. Ah, enggan aku meminta ke ortu. Ortu sudah banyak terbebani olehku. Adikku ada tiga. Tabunganku tidak cukup. Ya… akhirnya kuputer akal. kubuat proposal. Kala itu bertepatan dengan bulan Ramadan 1431 H/2010 M. Atas nama Ibnus Sabilbismillah—kubikin proposal dengan tema “Proposal Tiket Pesawat” tidak tanggung-tanggung kubuat sekitar 30 proposal:
1. Al-Azhar Peduli Umat,
2. Amanah Takaful,
3. Baitul Maal Pupuk Kaltim,
4. Baitul Maal Muamalat,
5. BAMUIS Bank BNI,
6. Baitul Maal Pupuk Kujang,
7. Baitul Maal BUKOPIN,
8. Baituzzakah PERTAMINA,
9. BAZIS DKI Jakarta,
10. Baznas,
11. Bank Indonesia,
12. BPZIS Bank Mandiri,
13. BSM Umat,
14. Dompet Dhuafa,
15. DPUDT-Pusat,
16. SDM IPTEK,
17. LAZ DDI,
18. LAZ IPHI,
19. LAZIS Garuda,
20. LAZIS Muhammadiyah,
21. LAZIS NU,
22. LAZNAS BMT,
23. PKPU,
24. PORTAL INFAQ,
25. PT. Asuransi Astra Buana Syariah,
26. PT. Djarum Indonesia,
27. PT. Surya Madistrindo,
28. Rumah Zakat Indonesia,
29. YBM BRI,
30. PT. UFO BKB Syariah.

Berbekal pengalaman berorganisasi di beberapa lembaga dalam dan luar kampus akhirnya proposal siap disebar. Dari ketigapuluh proposal yang dibuat, yang terkirim hanya 18 saja. Mungkin kami (saya dan teman-temanku, Taufiq dan Habibullah Siregar) sudah kelelahan mencari alamat dan mengantarkan langsung ke tempat yang dituju. Belum lagi mencari lokasi alamat perusahaan di Jakarta gampang-gampang susah. Sebagian besar proposal, kami antar langsung. Dan sisanya dengan terpaksa kami kirim via pos. Entah berapa ongkos yang telah kami keluarkan demi proposal berjudul “Tiket Pesawat” ini. Mungkin—seingat saya—sekitar 500 ribuan.

Proposal disebar ke lembaga-lembaga zakat yang saat itu tengah naik daun, juga ditujukan ke perusahaan-perusahaan, diantaranya PT. UFO BKB Syariah Jakarta. Alhamdulillah usaha menyebarkan proposal diterik mentari di siang bolong bulan puasa tidak sia-sia. Bahkan hampir saja saya dan seorang yang menemaniku kecelakaan (jatuh dari motor karena bersenggolan dengan pengendara lain) saat hendak mengantarkan proposal ke seorang Big Bos (PT. UFO BKB Syariah Jakarta) kenalan saya, sampai celanaku robek dan kaki kiri luka.

Melalui tulisan ini kuucapkan banyak terima kasih dan doa semoga pihak-pihak yang telah membantu saya dibalas oleh Allah dengan balasan yang jauh lebih banyak dan barokah. Diantara instansi yang membantu saya adalah;
1. BAZNAS, (Dini dan Dewi/ mereka yang meng-interview-ku apakah saya layak menerima bantuan atau tidak)
2. Baitul Maal BUKOPIN (Bapak Nur Cholis/orang dalam),
3. Amanah Takaful (Bpk. Jaelani/bukan orang dalam, dia sekedar mengatakan kepadaku; “Minggu depan datang kesini ya Pak Alvian”. Kujawab “InsyaAllah Pak, terima kasih”. Lalu kututup telepon),
4. PT. UFO BKB Syariah (Pak Fico dan Pak Imron/Big Bos dan tangan kanannya yang tahun lalu kukenal).

Jadi dari 30 proposal yang dibuat yang terkirim hanya 18. Dan yang membantu hanya 4 saja. Alhamdulillah walau Cuma 4 yang penting cukuplah untuk beli tiket pesawat guna menimba ilmu di negeri terbenamnya mentari, negeri eksotik seribu benteng, negeri para sufi dengan zawiyahnya. Kini hampir genap setahun saya berada di Maroko. Pertama kali kaki menjejakkan di bumi Maghrib/Morocco/Maroc tanggal 27 September, setelah sebelumnnya take off dari Bandara SUTA tgl 26 September dengan dua kali transit, di Doha sekitar 5 jam dan di Libya 30 menit (sebelum revolusi tentunya).

Lewat tulisan ini saya ingin mengekspresikan KEDAHSYATAN ILMU kepada segenap para pembaca. Ceritanya, Sang Big Bos PT. UFO BKB Syariah yang saya kenal waktu wisuda di Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah menghampiriku seraya memperkenalkan diri dan memujiku karena saya meraih ranking tiga di pesantren tersebut dan terkesan dengan pesan dan kesan yang kutulis di album wisudawan, seraya berkata, “Kapan-kapan main ke kantorku ya! InsyaAllah, Pak, Jawabku”. Selang setahun berlalu, masa berganti dan kebutuhan mendesak, setelah memutar otak—untuk mencari uang yang cepat guna membeli tiket pesawat—akhirnya kuteringat kenalanku itu yang ternyata seorang Big Bos yang setahun lalu tidak kusangka kalau dia seorang Big Bos karena kerendahan hati dan kesederhanaannya.

Singkat cerita saya bertemu dengan beliau untuk kedua kalinya di kantornya yang megah di bilangan Ancol. Sejurus kemudian kami terlibat obrolan ringan seputar proposal saya; “Kamu mau belajar ke Maroko” Ujar Pak Fico. “Iya Pak”. “Kamu butuh duit berapa?”. “Ya… kalau tiketnya sih kata penyelenggara beasiswa (PBNU) sebesar 8,5 juta Pak”. “O.. ya sudah, besok hari senin kamu datang kesini lagi, ngisi acara Doa Pagi (Semacam ceramah/motivasi) ya? Ya sekitar 15 menit aja. Jam berapa Pak? jam 08.00, tapi usahakan jam 07.30 kamu sudah di sini. Ok?” Baik Pak, InsyaAllah”.

Seiring mentari pagi ibukota di hari senin yang terkenal super sibuk itu kukenakan baju, celana dan sepatu baru guna mengisi Doa Pagi di sebuah perusahaan (suatu momen yang istimewa). Tepat jam 07.30 saya sampai di kantor Pak Fico berkat Bus-Way yang mengantarku dengan lancar.

Kaki sudah di atas podium. Di depanku sekitar 100 orang siap mendengarkan “Doa Pagi”ku. Assalamuaikum wa rahmatullahi wabarokatuh!…. lalu mengalirlah huruf per huruf, kata perkata hingga menjalin menjadi untaian kalimat yang menggugah dan mencerahkan mereka. “Semoga bermanfaat”, ujar batinku. Selepas acara tersebut Pak Fico menyalamiku sembari mengucapkan, “Dahsyat… Terima kasih Alvian”. Saya diajak ke ruang pribadinya, “Kamu mau cash atau check?” Pak Fico menanyaiku. “Kalau check kukasi sekarang kamu cairkan sendiri, kalau cash tunggu sebentar, biar dicairkan dulu sama karyawan”. Setelah berpikir, kujawab “Cash aja Pak”. Baik tunggu di sini ya, saya kasih 10 jt. 1,5nya bonus… mau teh apa kopi Vian? “Terima kasih Pak, teh aja”.

Subhanallah betapa dahsyatnya ilmu itu. Hanya menyampaikan ilmu sekitar 15 menit dibayar 10 jt. Subhanallah tak henti-hentinya saya terkagum dan syukur kepada Yang Maha Mengetahui. Betapa ilmu itu memang luar biasa, DAHSYAT. Bagaimana dengan orang-orang yang berilmu yang jauh di atas saya. Boleh jadi uang itu datang sendiri tanpa harus “ngoyo” dikejar. Mari kita mencari ilmu Lillahi Ta’ala, masalah rezeki bakal ngikut. Wallahu A’lam wa akhiru da’wana ‘anil hamdulillahi rabbil ‘alamin
Hay Soussi Deux, Rabat-Maroko, 2-3 Syawal 1432 H/1-2 September 2011

* Alvian Iqbal Zahasfan SSI, Lc, MA
Jember, 25 Juni 1983

Alumni Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah 2008
Alumni Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah Jakarta 2009
Alumni S2 Dar el Hadith el Hassania Rabat-Maroko 2010-2013
Mahasiswa S3 Dar el Hadith el Hassania Rabat-Maroko 2013- saat ini

Islamic State Iraq and Syiria (ISIS)

Mengenal ISIS

[Supaya kita tahu bahwa mereka sangat berbahaya dan tidak layak didukung dan diikuti]

√ Ibu kota: Raqqah (bahasa Arab: الرقة)
√ Bahasa resmi: Arab
√ Pemerintahan: "Kekhilafahan Islam" [Dalam tanda kutip]
√ Emir/Khalifah: Abu Bakr al-Baghdadi
√ Diproklamasikan: 9 April 2013 [1]

Negara Islam (di) Irak dan Syam (Bahasa Arab: الدولة الاسلامية في العراق والشام / al-Dawlah al-Islāmīyah fī al-ʻIrāq wa-al-Shām, Bahasa Inggris: Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL) atau Islamic State in Iraq and Syria atau Islamic State in Iraq and al-Shām (ISIS)) adalah sebuah negara dan kelompok militan jihad yang tidak diakui di Irak dan Suriah. Ada beberapa nama untuk menyebut kelompok militan di Irak dan Suriah ini. Tidak ada konsensus tentang bagaimana harus menyebut kelompok militan tersebut. Pemerintah Amerika Serikat sebagai "Negara Islam di Irak dan Levan" atau ISIL yang merupakan singkatan dari Islamic State in Iraq and the Levant. Beberapa media menyebutnya "Negara Islam di Irak dan Suriah" atau ISIS yang merupakan singkatan dari Islamic State in Iraq and Syria.[2] Kelompok ini dalam bentuk aslinya terdiri dari dan didukung oleh berbagai kelompok pemberontak Wahhabi, termasuk organisasi-organisasi pendahulunya seperti Dewan Syura Mujahidin[3] dan Al-Qaeda di Irak (AQI)[4], termasuk kelompok pemberontak Jaysh al-Fatiheen, Jund al-Sahaba, Katbiyan Ansar Al-Tawhid wal Sunnah dan Jeish al-Taiifa al-Mansoura, dan sejumlah suku Irak yang mengaku Sunni, padahal sebenarnya mereka adalah Wahhabi.

ISIS dikenal karena memiliki interpretasi atau tafsir yang keras pada Islam dan kekerasan brutal[5][6] seperti bom bunuh diri,[7] dan menjarah bank.[8] Target serangan ISIS diarahkan terutama terhadap Syiah[9] dan Kristen[10]. Pemberontak di Irak dan Suriah ini telah menewaskan ribuan orang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan lebih dari 2.400 warga Irak yang mayoritas warga sipil tewas sepanjang Juni 2014. Jumlah korban tewas ini merupakan yang terburuk dari aksi kekerasan di Irak dalam beberapa tahun terakhir.[11] Aksi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ini telah menyebabkan tak kurang dari 30.000 warga kota kecil di timur Suriah harus mengungsi.[12]

Tokoh Sentral di Balik Militan ISIS adalah Abu Bakar al-Baghdadi.[13] Di bawah kepemimpinannya, ISIS menyatakan diri untuk bergabung dengan Front Al Nusra, kelompok yang menyatakan diri sebagai satu-satunya afiliasi Al-Qaidah di Suriah. ISIS memiliki hubungan dekat dengan Al-Qaeda hingga tahun 2014. Namun karena misi berbelok dari misi perjuangan nasional dengan menciptakan perang sektarian di Irak dan Suriah dan penggunaan aksi-aksi kekerasan, Al-Qaidah lalu tidak mengakui kelompok ini sebagai bagian darinya lagi.[14] Abu Bakar al-Baghdadi bahkan bersumpah untuk memimpin penaklukan Roma.[15] Pemimpin militan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi ini juga menyerukan umat Islam untuk tunduk kepadanya.[16]

Ideologi

ISIS adalah kelompok ekstremis yang mengikuti ideologi garis keras Al-Qaidah dan mematuhi prinsip-prinsip jihad global. Seperti Al-Qaidah dan kelompok-kelompok "jihad" modern lainnya, ISIS muncul dari ideologi Ikhwanul Muslimin, kelompok pertama di dunia Islam di akhir tahun 1920-an di Mesir yang mengikuti interpretasi anti-Barat yang ekstrim Islam, mempromosikan kekerasan sektarian dan menganggap mereka yang tidak setuju dengan penafsiran sebagai kafir dan murtad. Atas tindakannya yang merusak pusara-pusara suci dan pembongkaran kuburan para nabi dan awliya yang shaleh di Irak, Mufti Pemerintah Mesir, Prof. Dr. Syauqi Allam mengecam tindakan ISIS dan menganggapnya tidak sesuai dengan ajaran mazhab Islam yang mana pun dan bertentangan dengan kewajaran manusia.[17]

Bahkan ISIS dianggap lebih berbahaya ketimbang Al-Qaidah karena mempunyai ribuan personel pasukan perang, yang siap mendeklarasikan perang terhadap mereka yang dianggap bertentangan atau menentang berdirinya negara Islam.[18] Mereka menjadi kekuatan politik baru yang siap melancarkan serangan yang jauh lebih brutal daripada Al-Qaidah. Gerakan revolusi yang mulanya mempunyai misi mulia untuk menggulingkan rezim otoriter ini berubah menjadi tragedi. ISIS menjadi sebuah kekuatan baru yang siap melancarkan perlawanan sengit terhadap rezim yang berkuasa yang dianggap tidak mampu mengemban misi terbentuknya negara Islam. Ironisnya, mereka mengabsahkan kekerasan untuk menindas kaum minoritas dan menyerang rezim yang tidak sejalan dengan paradigma negara Islam.[19] ISIS menjadi kekuatan politik riil dengan ideologi yang jelas dan wilayah yang diduduki dengan cara-cara kekerasan.

Sejarah "Negara Islam Iraq dan Syam"

ISIS sebelumnya adalah bagian dari Al-Qaidah.[20] Dibawah kepemimpinan Abu Bakar al-Baghdadi ISIS sempat menyatakan diri bergabung dengan Front Al Nusra, kelompok yang menyatakan diri sebagai satu-satunya afiliasi Al-Qaidah di Suriah. Namun karena metode ISIS/ISIL dianggap bertentangan dengan Al-Qaidah lantaran telah berbelok dari misi perjuangan nasional dengan menciptakan perang sektarian di Irak dan Suriah, ISIS dianggap tidak lagi sejalan dengan Al-Qaidah.[21] Sebagai balasannya, Front Al-Nusra lalu melancarkan serangan perlawanan terhadap ISIS/ISIL guna merebut kembali kontrol atas Abu Kamal, wilayah timur Suriah yang berbatasan dengan Irak.[22] Namun karena kebrutalan dan ambisi dari ISIS yang tidak segan melakukan penyiksaan bahkan pembunuhan terhadap para penentangnya, ISIS bisa menguasai sebagian besar wilayah Irak. Bahkan dibawah kepemimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi ISIS mendeklarasikan Negara Islam di sepanjang Irak dan Suriah dan juga menyatakan Al-Baghdadi akan menjadi pemimpin bagi umat muslim di seluruh dunia.[23]

Pada 15 Mei 2010 Diangkatlah pemimpin baru yaitu Abu Bakar Al-Baghdady untuk menggantikan Abu Umar Al Baghdady yang telah meninggal. Seiring dengan Revolusi di Jazirah Arab yang dikenal dengan Musim Semi Arab dalam menumbangkan para diktator seperti yang terjadi di Tunisia, Libya dan Mesir, maka terjadi pula revolusi di Suriah, hanya saja demonstrasi rakyat di Suriah disambut dengan kekerasan dari Tentara Presiden Bashar Assad. Akibatnya Rakyat Suriah melakukan perlawaan dalam kelompok-kelompok bersenjata. Kelompok-kelompok ini dibantu oleh para pejuang dari luar negeri termasuk dari Negara Islam Irak. Dan ketika kelompok-kelompok pejuang rakyat Suriah ini akhirnya mampu membebaskan beberapa kota termasuk wilayah perbatasan dengan Irak maka menyatulah beberapa kota di Irak dan di Suriah dalam kontrol Negara Islam Irak.

Kenyataan ini akhirnya membuat Negara Islam Irak mendeklarasikan Negara Islam Irak dan Syam pada 9 April 2013 dengan Pemimpinnya yaitu Abu Bakar Al-Bagdhdady juga. Pada Maret 2014 wilayah yang telah dikontrol oleh Negara Islam Irak dan Syam meliputi sekitar 400.000 km2 yang berarti lebih luas dari beberapa negara Arab seperti Qatar, Emirat Arab, Bahrain, Yaman, Lebanon dan lain-lain. Pada kota-kota yang berhasil dikuasai Negara Islam Irak dan Syam menyediakan fasilitas umum meliputi penyediaan listrik, transportasi, sekolah dengan buku-bukunya, kegiatan ekonomi seperti pasar, toko, pabrik roti, layanan internet, media (koran) , pengadilan dan pengamanan dari kriminalitas.

Tidak seperti di wilayah Irak, maka di wilayah Syuriah ISIS terlibat konflik dengan kelompok pejuang Syuriah lain seperti Jabhat An Nusrah, Jabhah Islamiyah, Ahrar AS Syam dan lain-lain. Untuk meredakan konflik antar kelompok pejuang Suriah ini kemudian para ulama yang dianggap netral menggelar inisiatif untuk membentuk mahkamah syariah. Tetapi inisiatif ini tidak berjalan karena ISIS menolak pembentukan mahkamah syariah. Akibat dari penolakan ini dan karena statemen-statemen ISIS yang menyatakan bahwa kelompok-kelompok lain sebagai kafir (takfiri), maka kelompok lainnya menganggap ISIS sebagai khawarij. Sehingga para ulama membagi konflik di Suriah ini menjadi 3 pertentangan aliran yaitu Syiah (dari pemerintah pimpinan Presiden Bashar Assad) kemudian kelompok Khawarij (ISIS) dan kelompok ketiga (dari kelompok pejuang Syuriah lainnya seperti Jabhat An Nusra, Ahrar As Syam, Jabhah Islamiyah dan lain-lain)

Tujuan

Dari awal sampai pada pembentukan negara Islam murni telah menjadi salah satu tujuan utama dari ISIS.[24] Menurut wartawan Sarah Birke, salah satu "perbedaan yang signifikan" antara Front Al-Nusra dan ISIS adalah bahwa ISIS "cenderung lebih fokus pada membangun pemerintahan sendiri di wilayah yang ditaklukkan". Sementara kedua kelompok berbagi ambisi untuk membangun sebuah negara Islam, ISIS dengan "jauh lebih kejam ... melakukan serangan sektarian dan memaksakan hukum syariah secara segera".[25] ISIS akhirnya mencapai tujuannya pada tanggal 29 Juni 2014, ketika itu dihapus "Irak dan Levant" dari namanya, dengan mulai menyebut dirinya sebagai Negara Islam, dan menyatakan wilayah okupasi di Irak dan Suriah sebagai kekhalifahan baru.[26]

Pada pertengahan 2014, kelompok ini merilis sebuah video berjudul "The End of Sykes-Picot" berbahasa Inggris kebangsaan Chili bernama Abu Safiya. Video ini mengumumkan niatan kelompok ini untuk menghilangkan semua perbatasan modern antara negara-negara Islam Timur Tengah, khususnya mengacu pada perbatasan yang ditetapkan oleh Perjanjian Sykes-Picot selama Perang Dunia I.[27][28]

Pusat Manajemen Pelayanan Publik

"Negara Islam Irak dan Syam" mendirikan satu lembaga pusat khusus yang membawahi berbagai aktivitas Negara terkait pelayanan publik. Departemen itu bernama “Al Idaaroh Al Islaamiyyah lil Khidmati al ‘Aammah” yang berarti “Administrasi Islami Untuk Pelayanan Publik”, dengan dikepalai oleh seorang Direktur bernama Abu Jihad asy Syami. Kantor Al Idaaroh Al Islamiyyah menyediakan semua layanan kebutuhan dasar bagi warga dan kebutuhan umum lain seperti air, listrik , tepung (sembako), perawatan fasilitas umum, kebersihan lingkungan jalur komunikasi, sampai transportasi umum. Dalam penyediaan listrik dan saluran komunikasi, Al Idarooh Al Islamiyyah merilis daftar tarif listrik hingga batas maksimal serta tarif internet dengan harga murah. Al Idarooh Al Islamiyyah sudah bekerja di hampir seluruh penjuru negeri, terutama Suriah Utara yang menjadi basis terkuat "Negara Islam Irak dan Syam".

Wilayah yang diklaim

Pada tanggal 13 Oktober 2006, kelompok ini mengumumkan pembentukan Negara Islam Irak, yang mengklaim otoritas atas kegubernuran Irak di Baghdad, Anbar, Diyala, Kirkuk, Salah al-Din, Ninawa, dan bagian dari Babil.[29] Setelah 2013 ekspansi kelompok ke Suriah dan pengumuman Negara Islam Irak dan Levant, jumlah wilâyah-provinsi-yang diakui meningkat menjadi 16. Selain tujuh wilâyah Irak, divisi Suriah, sebagian besar berbaring sepanjang batas provinsi yang ada, yaitu Al Barakah, Al Kheir, Al Raqqah, Al Badiya, Halab, Idlib, Hama, Damaskus dan Latakia.[30]

Di Suriah, kursi kekuasaan ISIS berada di Kegubernuran Ar-Raqqah. Pemimpin utama ISIS, termasuk Abu Bakr al-Baghdadi, diketahui telah mengunjungi ibukota provinsi tersebut, Raqqah.[30]

Keuangan

Sebuah studi dari 200 dokumen -surat pribadi, laporan pengeluaran dan daftar nama- diambil dari keanggotaan Al-Qaeda di Irak dan Negara Islam Irak yang dilakukan oleh RAND Corporation pada tahun 2014. Ditemukan bahwa dari tahun 2005 sampai 2010, sumbangan dari luar hanya sebesar 5% dari anggaran operasional kelompok, dengan sisanya dibesarkan di Irak. Dalam periode waktu yang diteliti, pos-pos yang diperlukan untuk mengirim hingga 20% adalah pendapatan hasil dari penculikan, pemerasan dan kegiatan lainnya ke tingkat berikutnya dari pemimpin kelompok itu. Komandan tingkat tertinggi kemudian akan mendistribusikan dana untuk pos-pos provinsi atau lokal yang sedang dalam kesulitan atau membutuhkan uang untuk melakukan serangan. Catatan menunjukkan bahwa Negara Islam Irak tergantung pada uang tunai anggota dari Mosul, yang kepemimpinan digunakan untuk menyediakan dana tambahan untuk berjuang secara militan di Diyala, Salahuddin dan Baghdad. [31]

Pada pertengahan 2014, intelijen Irak mengorek informasi dari operasi ISIS yang mengungkapkan bahwa organisasi memiliki aset senilai US $ 2 miliar,[32] menjadikannya kelompok "jihad" terkaya di dunia.[33] Sekitar tiga perempat dari jumlah ini dikatakan diwakili oleh aset yang disita setelah kelompok mengambil Mosul pada bulan Juni 2014, termasuk mungkin US $ 429.000.000 dijarah dari bank sentral Mosul, serta jutaan tambahan dan sejumlah besar emas batangan yang dicuri dari bank lain di Mosul.[34][35]

ISIS secara rutin melakukan pemerasan, dengan menuntut uang dari sopir truk dan mengancam akan meledakkan bisnis, misalnya. Merampok bank dan toko emas telah menjadi sumber pendapatan lain.[36] Kelompok ini secara luas dilaporkan telah menerima dana dari pendonor swasta di negara-negara Teluk,[37] baik Iran dan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki menuduh Arab Saudi dan Qatar telah mendanai ISIS,[38][39][40][41] meskipun tidak dilaporkan ada bukti bahwa hal ini terjadi.[41][42][43][44]

Kelompok ini juga diyakini menerima dana yang cukup besar dari operasinya di Timur Suriah, di mana ia telah mengkomandoi ladang minyak dan terlibat dalam menyelundupkan bahan baku dan artefak arkeologi.[45][46] ISIS juga menghasilkan pendapatan dari produksi minyak mentah dan menjual tenaga listrik di Suriah utara. Beberapa listrik ini kabarnya dijual kembali kepada pemerintah Suriah.[47]

Peralatan

ISIS telah menggunakan rudal Stinger ke udara,[48] M198 howitzer,[49] senjata DShK yang dipasang pada truk, senjata anti-pesawat,[50][51] tembak dorong otomatis dan setidaknya satu rudal Scud.[52]
Ketika ISIS menaklukan Mosul pada bulan Juni 2014, mereka menyita sejumlah helikopter Blackhawk UH-60 dan pesawat kargo yang ditempatkan di sana.[53][54] Namun, menurut Peter Beaumont dari The Guardian, tampaknya tidak mungkin bahwa ISIS akan mampu menempatkan mereka.[55]

ISIS menangkap bahan nuklir dari Mosul University pada Juli 2014. Dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, duta PBB Irak, Mohamed Ali Alhakim mengatakan bahwa bahan-bahan tersebut telah disimpan di universitas dan "dapat digunakan dalam pembuatan senjata kenacuran massal". Ahli nuklir menganggap sebagai ancaman signifikan. Juru bicara Badan Tenaga Atom Internasional Gill Tudor mengatakan bahwa bahan-bahan yang disita adalah "kelas rendah dan tidak akan menyajikan keselamatan, keamanan yang signifikan atau resiko proliferasi bagi nuklir".[56][57]

Referensi
1)^ "Iraqi City in Hands of Al-Qaida-Linked Militants". Voice of America. 4 January 2014. Diakses 16 Januari 2014.
2)^ New York Times misalnya menyebut kelompok militan ini dengan Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS yang merupakan singkatan dari Islamic State in Iraq and Syria. Kompas.com diakses 16 Juli 2014
3)^ http://www.trackingterrorism.org/group/mujahideen-shura-council-islamic-state-iraq
4)^ http://www.cfr.org/iraq/islamic-state-iraq-greater-syria/p14811
5)^ Bulos, Nabih (20 June 2014). "Islamic State of Iraq and Syria aims to recruit Westerners with video". Los Angeles Times. Diakses 23 June 2014.
6)^ McCoy, Terrence (13 June 2013). "ISIS, beheadings and the success of horrifying violence". The Washington Post. Diakses 23 June 2014.
7)^ ISIS Klaim Dalangi Bom Bunuh Diri di Beirut. KOMPAS.com diakses 8 Juli 2014
8)^ ISIS juga menghalalkan berbagai cara untuk mendanai gerakannya seperti dengan menjarah Bank. ISIS Jarah Rp 5 Triliun dari Berbagai Bank di Mosul. KOMPAS.com diakses 8 Juli 2014
9)^ ISIS memburu orang-orang non Wahhabi dan kelompok yang berlawanan dengannya. BBC Indonesia, Diakses 8 Juli 2014
10)^ Militan ISIS juga menargetkan rumah-rumah dan gereja-gereja mereka. Padahal komunitas Kristen Irak keberadaannya di negeri itu hampir sama tuanya dengan agama itu sendiri. Warga Kristen di Irak Kian Terjepit. Tempo Online. Diakses 8 Juli 2014.
11)^ http://www.tempo.co/read/news/2014/07/02/115589734/Sudah-2400-Warga-Irak-Tewas-Akibat-Konflik-
12)^ 30.000 orang mengungsi karena ISIS. KOMPAS.com diakses 8 Juli 2014
13)^ Abu Bakar al-Baghdadi adalah Tokoh Sentral di Balik Militan ISIS, Tempo.co diakses 14 Juli 2014
14)^ Meski pada awalnya Negara Islam di Irak dan Levant (ISIL) atau yang juga dikenal sebagai Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) lahir dan tumbuh dari kelompok jihad Al-Qaidah pada April 2013 tapi dalam perkembangannya, Al-Qaidah tidak lagi mengakui kelompok ini sebagai bagian darinya. Misi Berbelok, ISIS Tak Akur dengan Al-Qaidah. Tempo.co diakses 8 Juli 2014
15)^ Abu Bakar al-Baghdadi bersumpah untuk memimpin penaklukan Roma dan mengundang umat Muslim untuk berperang bersama ISIS di seluruh dunia. Kompas.com diakses 8 Juli 2014
16)^ Selain mengajak berperang, Pemimpin Militan ISIS juga Minta Umat Islam Tunduk Padanya. Liputan6.com diakses 8 Juli 2014
17)^ Mufti Mesir Syauqi juga menegaskan bahwa aksi brutal organisasi teroris ISIS yang berujung pada agresi atas kesucian pusara-pusara dan makam-makam itu sama sekali tidak berhubungan dengan Islam. islamindonesia.co.id diakses 16 Juli 2014
18)^ Zuhairi Misrawi, Dilema Isis di Timur Tengah, Majalah Detik Edisi 14 - 20 Juli 2014. Hlm 72. Download di http://majalah.detik.com
19)^ Zuhairi Misrawi, Dilema Isis... Hlm. 72
20)^ Bahkan dibawah kepemimpinan Abu Bakar al-Baghdadi ISIS menyatakan diri bergabung dengan Front Al Nusra, kelompok yang menyatakan diri sebagai satu-satunya afiliasi Al-Qaeda di Suriah. Tempo.co diakses tanggal 16 Juli 2014
21)^ Ketegangan ISIS dengan Al-Qaidah semakin memanas setelah niat Abu Bakar Al-Baghdadi untuk menyatukan Al-Nusra dengan ISIL ditolak. Pemimpin Al-Nusra, Zawahiri kemudian mendesak ISIL untuk meninggalkan Suriah. Namun Baghdadi dan pasukannya secara terbuka menentang mereka. Tempo.co diakses tanggal 16 juli 2014
22)^ Misi Berbelok, ISIS Tak Akur dengan Al-Qaidah. Tempo.co diakses tanggal 16 Juli 2014
23)^ Baghdadi, Tokoh Sentral di Balik Militan ISIS. Tempo.co diakses tanggal 16 Juli 2014
24)^ Abu Mohammad. "Letter dated 9 July 2005". Office of the Director of National Intelligence. Diakses 22 July 2014. See page 2 onwards.
25)^ Birke, Sarah (27 December 2013). "How al-Qaeda Changed the Syrian War". New York Review of Books. Diakses 22 July 2014.
26)^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama newname
27)^ Tran, Mark; Weaver, Matthew (30 June 2014). "Isis announces Islamic caliphate in area straddling Iraq and Syria". The Guardian. Diakses 6 July 2014.
28)^ McGrath, Timothy (2 July 2014). "Watch this English-speaking ISIS fighter explain how a 98-year-old colonial map created today's conflict". Los Angeles Times. GlobalPost. Diakses 22 July 2014.
29)^ "The Rump Islamic Emirate of Iraq". The Long War Journal. 16 October 2006. Diakses 2 June 2014.
30)^ a b "ISIS' 'Southern Division' praises foreign suicide bombers". The Long War Journal. 9 April 2014. Diakses 2 June 2014.
31)^ Allam, Hannah (23 June 2014). "Records show how Iraqi extremists withstood U.S. anti-terror efforts". McClatchy DC News. Diakses 25 June 2014.
32)^ Chulov, Martin (15 June 2014). "How an arrest in Iraq revealed Isis's $2bn jihadist network". The Guardian. Diakses 17 June 2014.
33)^ Moore, Jack (11 June 2014). "Mosul Seized: Jihadis Loot $429m from City's Central Bank to Make Isis World's Richest Terror Force". International Business Times UK. Diakses 19 June 2014.
34)^ McCoy, Terrence (12 June 2014). "ISIS just stole $425 million, Iraqi governor says, and became the 'world's richest terrorist group'". The Washington Post. Diakses 18 June 2014.
35)^ Carey, Glen; Haboush, Mahmoud; Viscusi, Gregory (26 June 2014). "Financing Jihad: Why ISIS Is a Lot Richer Than Al-Qaeda". Bloomberg News. Diakses 19 July 2014.
36)^ Lister, Tim (13 June 2014). "ISIS: The first terror group to build an Islamic state?". CNN. Diakses 14 June 2014.
37)^ Rogin, Josh (14 June 2014). "America's Allies Are Funding ISIS". The Daily Beast. Diakses 19 June 2014.
38)^ "Iraqi PM Maliki says Saudi, Qatar openly funding violence in Anbar". Reuters. 9 March 2014
39)^ "Maliki: Saudi and Qatar at war against Iraq". Aljazeera. 9 March 2014
40)^ "Maliki accuses Saudi Arabia of backing rebels". Al Arabiya. 17 June 2014. Diakses 17 June 2014.
41)^ a b Bozorgmehr, Najmeh; Kerr, Simeon (25 June 2014). "Iran-Saudi proxy war heats up as Isis entrenches in Iraq". Financial Times. Diakses 29 June 2014.
42)^ Carey, Glen; Almashabi, Deema (16 June 2014). "Jihadi Recruitment in Riyadh Revives Saudi Arabia's Greatest Fear". Bloomberg News. Diakses 17 June 2014.
43)^ Hauslohner, Abigail (13 June 2014). "Jihadist expansion in Iraq puts Persian Gulf states in a tight spot". The Washington Post. Diakses 18 June 2014.
44)^ Black, Ian (19 June 2014). "Saudi Arabia rejects Iraqi accusations of Isis support". The Guardian. Diakses 19 June 2014.
45)^ Chulov, Martin (15 June 2014). "Iraq arrest that exposed wealth and power of Isis jihadists". The Guardian. Diakses 16 June 2014.
46)^ Solomon, Erika (28 April 2014). "Syria's jihadist groups fight for control of eastern oilfields". Financial Times. Diakses 17 June 2014.
47)^ Fisher, Max (12 June 2014). "How ISIS is exploiting the economics of Syria's civil war". Vox. Diakses 17 June 2014.
48)^ "US-made Stinger missiles have likely fallen into ISIS hands, officials say". Fox News. 16 June 2014. Diakses 21 June 2014.
49)^ Prothero, Mitchell (14 July 2014). "Iraqi army remains on defensive as extent of June debacle becomes clearer". Stars and Stripes. Diakses 15 July 2014.
50)^ "How did 800 ISIS fighters rout 2 Iraqi divisions?". Military Times. 12 June 2014. Diakses 14 June 2014.
51)^ "State of emergency: ISIS militants overrun Iraq city of 1.8mn, free 2,500 prisoners". RT. 18 June 2014. Diakses 22 July 2014.
52)^ "Isis leader calls on Muslims to 'build Islamic state'". BBC News. 1 July 2014. Diakses 2 July 2014.
53)^ Durden, Tyler (10 June 2014). "Al Qaeda Militants Capture US Black Hawk Helicopters In Iraq". Zero Hedge. Diakses 14 June 2014.
54)^ Lake, Eli; Dettmer, Jamie; De Visser, Nanette. "Iraq's Terrorists Are Becoming a Full-Blown Army". 11 June 2014. The Daily Beast. Diakses 15 July 2014.
55)^ Beaumont, Peter (12 June 2014). "How effective is ISIS compared with the Iraqi army and the Kurdish peshmerga?". The Guardian. Diakses 14 June 2014.
56)^ Cowell, Alan (10 July 2014). "‘Low-Grade’ Nuclear Material Is Seized by Rebels in Iraq, U.N. Says". The New York Times. Diakses 15 July 2014.
57)^ Sherlock, Ruth (10 July 2014). "Iraq jihadists seize 'nuclear material', says ambassador to UN". The Telegraph. Diakses 15 July 2014.

Kamis, 03 Juli 2014

Surat Cinta Untuk Belahan Jiwa



Kau belum pernah hadir dalam sketsa mimpiku,
Namun kau sudah tercatat sebagai belahan jiwaku,
 jauh sebelum kita terlahir ke dunia,
Aku tak mengenalmu, begitu juga kau yang belum tentu mengenalku.
Namun aku percaya kau titipan Tuhan untukku.

 Kelebihanmu, mendecak kekaguman dalam hati.
Kekuranganmu, cermin bagiku yang membuatku sadar, kita hanyalah manusia biasa yang punya salah dan alfa.

Aku tak memilihmu, namun Allah yang pilihkan dirimu untukku.
Maka mari kita sinergikan potensi, lejitkan semangat dan ciptakan karya-karya bersama,
 Hingga saatnya kelak, lahirkan generasi Rabbani yang cinta Al Quran,
Kita berjuang untuk membina generasi umat Rasulullah.


Engkau Imamku,
Saat mitsaaqan ghalidza itu terucap,
 Bantu aku menjadi makmum yang semakin taat pada Allah dan RasulNya,
Untuk bahtera kasih sayang yang kan kita kembangkan,
 Untuk ikatan suci yang kita jalin,

Semoga keberkahan pada awal dan prosesnya,  begitu juga keberkahan pada penghujungnya.
Ku ingin bersamamu hingga akhir waktu, sampai kita dipersatukan kembali di Jannahnya dalam lautan cinta abadi yang hakiki di akhirat nanti.

_Setulus hati _

"Jangan jatuh cinta tapi bangun cinta"

Kamis, 27 Februari 2014

Berharap Lahirnya Madrasah-Madrasah yang Unggul



Wawancara Khusus 
Buletin CTLD (Centre of Teaching Learning Development)

Muhammad Zuhdi, M.Ed., Ph.D
Dosen   FITK dan Kepala Pusat Pengembangan Bahasa
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

1.    1Bagaimana pendapat Bapak mengenai bantuan pendidikan Australia-Indonesia melalui SSQ terhadap akreditasi madrasah-madrasah di Indonesia?
Madrasah kita ini memang dalam banyak hal tertinggal dari sekolah yang berada di bawah Kementrian Pendidikan. Di antara faktor yang menyebabkannya adalah, Madrasah belakangan bergabung dengan sistem Pendidikan Nasional. Madrasah baru secara formal masuk ke dalam Sistem Pendidikan Nasional melalui UU No. 2 tahun 1989, meskipun sebelumnya di tahun 1975 sudah ada SKB 3 Menteri. Yang kedua, ketika sudah bergabung dengan Sistem Pendidikan Nasional, sumber daya yang dimiliki madrasah tidak sebaik dengan sekolah umum yang sebelumnya sudah berada di bawah Kementerian Pendidikan. Sumber daya yang saya maksud di antaranya adalah; Dana, Tenaga Pendidik, Fasilitas/Sarana Prasarana, Latar belakang Orang Tua dan juga jaringannya yang bisa dikatakan terbatas. Permasalahan ini menjadi kendala bagi kemajuan madrasah. Kehadiran program-program bantuan dari manapun datangnya termasuk dari Australia melalui SSQ dan CTLD melalui program akreditasi madrasah-madrasah di Indonesia sangat membantu sekali terhadap kemajuan madrasah secara signifikan. Diharapkan program-program seperti ini mampu meningkatkan madrasah bukan hanya untuk berkompetisi dengan sekolah umum, tetapi juga menjadikan madrasah sebagai sekolah berstandar dunia (world standard school).

2. Bagaimana peran pemerintah terhadap peningkatan mutu madrasah?
Sebenarnya satu sisi umat Islam itu dimanjakan oleh Pemerintah dengan adanya Direktorat Madrasah yang tidak dimiliki oleh sekolah keagamaan lainnya, maka artinya pemerintah sangat memperhatikan dari segi birokrasi dan sistem. SKB 3 menteri tahun 1975 menyatakan bahwa madrasah setara dengan sekolah umum. Kemudian pada tahun 1989 madrasah resmi menjadi bagian dari Sistem Pendidikan Nasional, jadi pemerintah sangat memperhatikan sekali madrasah terhadap peningkatan mutu madrasah. Akan tetapi ada perbedaan dalam hal otoritas kewenangan, madrasah berada di bawah wewenang Kementrian Agama, sedangkan sekolah berada di bawah Kementerian Pendidikan. Perbedaan itu semakin jelas implikasinya ketika berlaku Undang-undang tentang Otonomi Daerah. Ketika UU itu diberlakukan, Pemerintah Pusat mengalihkan wewenang pengelolaan pendidikan  kepada Pemda, sehingga Pemda yang kaya mampu memberikan anggaran lebih kepada sekolah umum. Hal ini berbeda dengan madrasah, anggaran madrasah adalah anggaran pusat  yaitu dari Kementrian Agama. Maka banyak madrasah-madrash yang tidak mendapat subsidi dari Pemda, karena kewenangannya tetap ditangan Kemenag. Di sinilah terjadinya diskriminasi terhadap dana pengelolaan sekolah dan madrasah. Akan tetapi melalui Direktorat khusus Madrasah Pemerintah sangat memperhatikan peningkatan mutu madrasah-madrasah di Indonesia.

3. Bagaimana dengan pihak pengusaha dan partai politik?
Madrasah ada yang terlahir dari komitmen masyarakat Islam, yaitu tokoh Islam yang mendirikan majlis taklim atau pesantren sehingga berdiri sebuah madrasah, ada juga yang lahir dari LSM agama, seperti NU, Muhammadiyah dan lain-lain. Tetapi saya belum melihat peran besar dari pengusaha atau partai politik, kemungkinan pengusaha ataupun partai politik hanya berkontribusi seperlunya. Kenyataan bahwa madrasah lahir dari masyarakat maka perhatian besar masyarakat harus dijalin dengan komitmen kerjasama yang tinggi, khususnya bagi para pengusaha muslim untuk menciptakan madrasah-madrasah yang excellent.

4. Bagaimana pendapat Bapak mengenai Madrasah tertinggal dari Sekolah secara umum?
Sebenarnya jika dikatakan madrasah tertinggal dari sekolah umum adalah satu hal yang memungkinkan. Faktor utamanya  ialah terbatasnya sumber daya pengelolaan madrasah sebagaimana disebutkan tadi. Selain itu, madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berciri khas Islam tentu madrasah memiliki tanggung jawab untuk memastikan ciri khas Islam-nya itu di dalam kurikulum yang diterapkan. Kurikulum dimaksud memiliki mata pelajaran yang lebih banyak secara kuantitas dari pada di sekolah umum. Namun yang demikian hal itu juga merupakan keunggulan madrasah, yaitu mengantarkan siswanya untuk berkembang menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual dan berakhlakul karimah. Dari dua hal tersebut maka madrasah punya tanggung jawab besar saat ini untuk bisa menjadi instansi pendidikan Islam yang unggul. Jadi kalau madrasah mau maju, jangan hanya merasa tertinggal dari sekolah umum, karena pemahaman itu akan berorientasi madrasah hanya maju selangkah. Madrasah seharusnya berorientasi pada pendidikan yang lebih tinggi, yaitu pendidikan yang jauh lebih baik dari sekolah umum dan mengejarnya. Analoginya adalah ketika madrasah berada di garis 100 dan sekolah umum saat itu berada di garis 120, kemudian madrasah menyusul ke titik 120 maka sekolah umum sudah maju lebih dulu ke garis 150 dan seterusnya. Oleh karena itu, madrasah harus berorientasi lebih unggul karena madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam pengemban amanah besar umat yang luar biasa, keunggulan madrasah akan membuat alumninya tampil percaya diri dan kompeten di masyarakat luas.

5. Bagaimana pendapat Bapak terkait hasil Akreditasi madrasah A atau B, apakah hal tersebut terkadang tidak menunjukkan realitas yang sebenarnya?
Saya percaya, karena itu adalah hasil kerja tim secara komprehensif dengan parameter yang jelas. Meski demikian, ada dua catatan terhadap proses akreditasi. Pertama apakah standar akreditasi itu berorientasi pada keunggulan atau tidak. Kedua apakah akreditasi yang dilakukan, dinilai objektif atau tidak. Akreditasi yang baik itu harus mempunyai standar yang tinggi, karena standar yang tinggi inilah yang akan mampu melihat keunggulan satu institusi dengan yang lainnya. Di samping itu, proses akreditasi juga harus dilakukan dengan objektif berdasarkan parameter yang ada, tanpa pengecualian. Saya berharap madrasah itu memiliki standar tinggi terhadap mutu kualitas pendidikan.

6. Apakah masalah madrasah sering terjadi di Yayasan?
Karena madrasah harus berada di bawah yayasan, keberadaan masalah madrasah bisa dikatakan “iya” dan bisa juga dikatakan “tidak” terjadi di Yayasan. Persoalan tersebut bergantung pada dua hal, pertama ada yayasan yang menyerahkan pengelolaan sepenuhnya terhadap madrasah, ada juga yayasan yang ikut campur terhadap pengelolaan madrasah. Yayasan yang menyerahkan sepenuhnya pengelolaan madrasah kepada manajemen madrasah, tentu tidak menjadi penyebab timbulnya masalah dalam madrasah. Sementara yayasan yang ikut campur dalam pengelolaan madrsah, berpotensi untuk ikut menjadikan yayasan sebagai bagian dari permasalahan madrasah. Karena itu, bias dikatakan bahwa yayasan itu bisa mendorong kemajuan madrasah dan bisa juga mendorong pada kehancuran madrasah.

7. Bagaimana seharusnya madrasah menyikapi hal tersebut?
Untuk menjadi lembaga pendidikan yang berorientasi pada kualitas yang unggul, maka hal ini bukan hanya menjalankan amanah dan kewajiban, para pengelola madrasah dan yayasan harus saling bersinergi menjaga komitmen terhadap perkembangan madrasah. Selain itu mereka juga harus sadar bahwa madrasah adalah amanah umat yang luar biasa yang ada di pundak mereka. Jangan sampai ada mutiara yang tidak terasah di madrasah, karena sebenarnya potensi siswa madrasah yang diwarnai oleh karakter agama yang memadai itu pasti unggul. Tugas madrasah adalah mengembangkan potensi yang siswa miliki untuk berkembang dengan sebaik-baiknya. Saya berharap madrasah berorientasi pada masa depan yang lebih baik.

8. Apakah madrasah umumnya untuk kalangan bawah?
Tentu hal ini tidak benar, madrasah berdiri untuk semua kalangan. Ini bergantung pada  kemampuan pengelola madrasah itu untuk menyediakan fasilitas dan sarana pendidikan yang memadai. Untuk itu, pengelola madrasah harus mampu menyediakan bantuan khusus untuk orang yang tidak mampu tanpa mengurangi hak dan kualitas pelayanan serta peningkatan mutu madrasah. Dengan demikian semua kalangan dapat menikmati program pembelajaran di madrasah dengan baik. Artinya, madrasah boleh saja mengakomodasi kepentingan masyarakat bawah untuk memperoleh pendidikan yang murah, namun hal tersebut tidak boleh mengkompromikan kualitas madrasah. Pengelola madrasah dituntut untuk mencari subsidi dari berbagai pihak untuk peningkatan kualitas madrasah, tidak hanya mengandalkan dari dana  kelas bawah.

9. Bagaimana dengan munculnya madrasah kelas menengah atas seperti Madrasah Pembangunan dan Al Azhar?
     saya kira itu sangat baik karena madrasah-madrasah tersebut bisa dikatakan relatif berhasil mengemas sekolah islam yang baik dengan kualitas mutu pendidikan yang tidak diragukan. Diharapkan ini menjadi contoh dan motivasi bagi madrasah lainnya, untuk berkompetisi meningkatkan kualitas madrasah dengan mengemas pendidikan Islam dengan kreatif dan menarik. Tapi perlu diingat bahwa secara kelembagaan Al-Azhar itu tidak termasuk madrasah, dia adalah sekolah swasta yang berada di bawah kemendikbud, meskipun pelajaran agamanya melebihi sekolah umum biasa.

10. Bagaimana komentar Bapak mengenai Madrasah yang bagus itu identik dengan SPP yang mahal? 
Menurut saya hal ini hampir tidak bisa dihindari,  karena madrasah harus mengcover beban biaya besar dan memungutnya dari para orang tua. Namun sebenarnya hal ini bisa diatasi yaitu dengan cara membagi beban anggaran dana tersebut pada beberapa pihak, yaitu pemerintah berupa subsidi dana pendidikan, sumbangan dari instansi-instansi non-pendidikan, para orang tua siswa, dan juga yayasan. Kalau ini bisa dilakukan tentu akan meminimalkan biaya SPP. Belum tentu sekolah yang bagus itu mahal dan sekolah yang mahal itu bagus.  Lihat bagaimana cara sekolah melakukan strategi untuk memaksimalkan peningkatan mutu pendidikan dan meminimalkan biaya SPP yang ditentukan. (nia)

17 Februari 2014 Pusat Bahasa UIN Syarif Hidayatullah